Seperti Apa Rasanya Hidup Di Bulan Neptunus Triton?

http://astronesia.blogspot.com/
Saat tinggal di bulan Neptunus Triton, Anda akan mengalami suhu terdingin di tata surya serta gravitasinya sangat lemah. Gambar Triton ini diambil oleh NASA Voyager 2 pada tahun 1989.

AstroNesia ~ Neptunus, seperti planet gas raksasa lain dalam tata surya kita, tidak memiliki banyak permukaan padat untuk di tempati kehidupan. Tapi bulan terbesar di planet ini, Triton, bisa menjadi tempat yang menarik untuk mendirikan koloni ruang angkasa.

Sejauh ini, hanya 1 pesawat ruang angkasa yang pernah mengunjungi Triton. Pada musim panas tahun 1989, Voyager 2 terbang melintasi sistim Neptunus da berhasil memotret belahan selatan Triton. 

Gambar menunjukkan bahwa permukaan Triton, yang sebagian besar terdiri dari batu dan es nitrogen, memiliki kawah dan daerah halus yang berdampingan. Daerah-daerah halus ni adalah hasil dari semburan debu dan gas nitrogen yang meletus dari kerak Triton yang kemudian perlahan tertiup disekitar permukaan Triton oleh atmosfernya yang tipis. Masih belum jelas, seperapa bahayanya gayser ini jika orang berdiri di sampingnya.

"Kami kurang memahami kegiatan semburan ini," kata Adam Masters, seorang fisikawan antariksa di Imperial College London di Inggris. "Tapi aku jelas tidak akan berdiri dimna semburan terjadi".

Meskipun ada sedikit angin di atmosfer tipis Triton, Anda tidak akan merasa adanya angin saat berdiri di permukaannya. "Terasa seperti berdiri di bulan Bumi," kata Masters. Ia menambahkan bahwa atmosfer Triton tidak memungkinkannya memiliki cuaca atau warna langit.

Saat Neptunus membuat perjalanan 165 tahun mengelilingi matahari, daerah kutub Triton bergiliran disinari  matahari selama 80 tahun. Hasil dari sinar Matahari ini membuat perubahan musiman pada tekanan permukaan Triton - atmosfernya menebal sedikit setelah matahari menyinarinya, menyebabkan nitrogen, metana dan karbon monoksida yang membeku pada permukaan Triton untuk berubah menjadi gas.

Tekanan atmosfer di belahan bumi selatan Triton diperkirakan telah meningkat empat kali lipat sejak Voyager 2 mengunjungi objek ini, tapi itu masih 20.000 kali lebih kecil dari tekanan permukaan bumi.

Jika Anda tinggal di Triton, Anda tidak akan bisa menikmati efek suhu musiman. Dengan suhu rata-rata minus 391 derajat Fahrenheit (minus 235 Celcius), Triton adalah objek terdingin yang dikenal di tata surya.

Menariknya, Triton tidak terbentuk bersama dengan planet induknya, dan kemungkinan ia adalah sebuah objek yang ditangkap Neptunus. Karena itu, Triton adalah satu-satunya bulan di tata surya yang mengorbit dalam arah yang berlawanan dengan rotasi planet induknya.

Jika Anda tinggal di Triton, anda juga akan merasakan siang dan malam (hari di Triton hampir enam hari Bumi), Anda akan melihat matahari - yang hanya terlihat seperti sebuah titik di langit - yang terbit di barat dan terbenam di timur.

Terlebih lagi, orbit Triton miring mengelilingi Neptunus, jadi jika Anda berada di sisi bulan yang selalu menghadapi Neptunus, Anda akan melihat tampilan tidak hanya daerah khatulistiwa Neptunus, tetapi juga wilayah kutub utara dan selatannya. "Itu berbeda dengan bulan lainnya di tata surya," kata Masters. Dan Neptunus akan terlihat 10 kali lebih besar dari bulan kita, Anda akan dapat melihat dengan jelas fitur-fitur Neptunus.

Jika Anda berjalan mengelilingi Triton dalam garis lurus, anda akkan membutuhkan waktu 70 hari Bumi, kata Masters. Padahal, itu dengan asumsi bahwa anda bisa membiasakan diri berjalan di Triton dengan gravitasi yang sangat rendah, yaitu sekitar 8 persen dari gravitasi bumi, atau setengah dari gravitasi bulan.

Jika anda di Triton, anda membthkan waktu 4 jam untuk mengirim pesan ke Bumi. 

Jangan lupa follow twitter kami di @Berita_astronomi

No comments

Powered by Blogger.